Promotional GaraMedia>>> Rumah dikontrakkan di perumahan mutiara residence no c5. Bantul, info lebih lanjut : 081802732747 (Mbak Lucky)** STIE NUSA MEGARKENCANA YOGYAKARTA membuka pendaftaran mahasiswa baru secara online : http//bit.ly/pmbstienus Program studi pilihan Akuntansi dan Manajemen sudah terakreditasi "B" Prodi maupun Institusi, alamat kampus JL. AM.Sangaji no 49-51 Yogyakarta ** Bingung olah data buat skripsi? Langsung aja cuss ke Bengkel olah data,info lebih lanjut hubungi : 08174100387 ** Mau iklanmu dimuat di GaraMedia? Email aja ke garamediaindonesia@gmail.com ** Harga promosi : Iklan Baris :Rp 20.000/bulan, Iklan Banner: Rp 50.000/Bulan**
Link Banner

Kotak Cinta Sumber Kebahagiaan Untuk Mereka

Kotak Cinta Sumber Kebahagiaan Untuk Mereka

Kali ini Garamin mau berbagi kisah inspiratif untuk sobat Garaku dari seorang mahasiswa berhati baik. Dia bernama Zaza asal dari Purworejo. Gadis cantik usia 20 tahun ini sekarang sedang menempuh pendidikan S1 disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Zaza merupakan anak dari keluarga yang sederhana. Ia merupakan tipe anak yang mandiri, pemberani, pekerja keras, dan friendly. Iyaaa … dia memang mandiri. Dia membiayai kuliahnya dengan hasil jerih payahnya sendiri. Dia memberanikan diri merantau ke Jakarta setelah lulus dari bangku SMK. Dengan merantau ke ibu kota Zaza berharap bisa menjadi orang sukses di sana. Berbagai macam usaha Zaza lakukan, mulai dari kerja part time hingga sekarang Zaza menjadi reseller dan member online di salah satu produk kecantikan, supaya dia bisa membiayai kebutuhan sehari-harinya di ibu kota. Selain mempunyai sifat pekerja keras, mandiri, pemberani, dan friendly, Zaza juga mempunyai rasa sosial yang tinggi.

Semenjak pandemi covid 19, pemerintah membuat kebijakan untuk work from home yaitu menjalankan segala aktifitas di rumah saja, termasuk perkuliahan yang saat ini aksesnya serba online. Kuliah online pun membuat Zaza pulang ke kampung halamannya. Bagi anak anak sepantaran dia mungkin waktu luang karena kuliah online atau WFH banyak dilakukan untuk bersantai-santai atau istilah nya “Rebahan”, menenangkan pikiran, nonton film, menghabiskan waktu dengan bersosial media, atau menonton hiburan lainnya di rumah. Namun berbeda bagi seorang Zaza, yang ia lakukan ini benar-benar sangat menginspirasi. Dia melakukan aksi berbagi makanan untuk orang-orang yg tidak mampu (seperti orang tua renta, anak terlantar, pengemis,dll) dengan mendatangi rumah mereka satu persatu ke pelosok desa atau datang ke jalanan dan pasar-pasar.

Berawal dari sekedar “Iseng” dia pun akhirnya melanjutkan kegiatan bermanfaat ini dengan penuh semangat hingga sekarang. Dua hari sebelum Ramadhan Zaza membuat pengumuman di ‘Story’ WhatsAppnya bahwa ia ingin membuat “Kotak Cinta” untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, berharap ketika membuat story tersebut ada yang ingin bergabung dan berdonasi. Namun, saat itu belum ada yang mau bergabung dengannya. Awalnya dia berniat untuk mebuat kotak cinta tersebut sebanyak 10 kotak/harinya diantaranya ia bagikan 5 kotak untuk sahur dan 5 kotak lainnya untuk buka puasa. Karena belum ada yang mau bergabung, alhasil Zaza tetap membuat kotak cinta itu dengan menggunakan uang tabungannya sebesar Rp. 100.000,00. Dengan uang Rp. 100.000,00 tersebut, pada saat itu Zaza bisa menghasilkan 13 kotak cinta berisi makanan yang sangat enak yang dibagikan pada saat sahur pertama, diantaranya 7 kotak dibagikan ke jalanan dan 6 kotak dibagikan ke pasar. Alasannya semakin kuat ketika ia telah menjalankan kegiatan ini selama 9 hari di bulan Ramadhan, ia mengatakan, “justru alasan kuat buat jalanin kotak cinta setelah semingguan Ramadhan. Namanya aku, sebagai manusia biasa belum bisa konsisten dengan baik kalo jalanin sesuatu, di hari ke-9 aku hampir aja berhenti wkwk. Tapi karena aku inget dulu selama di Jakarta pernah ngerasain yang namanya lapar, gak punya uang buat beli makanan, jadilah aku terusin kotak cinta ini sampai hari ini.”

Banyak kendala dan cobaan yang dilalui selama Zaza menjalani kotak cinta ini, seperti ia harus meminjam sepeda ke tetangganya karena Zaza tidak mempunyai kendaraan untuk berkeliling membagikan kotak cintanya, ditambah ia harus melawan rasa takutnya karena pada saat Ramadhan waktu itu sedang ramai-ramainya kasus begal, dan sampai ia juga harus menepis semua bullyan dan nyinyiran yang selalu ia dapatkan dari orang-orang yang tidak suka dengannya, bahkan sampai di suatu titik ia pernah mengalami saldo yang ada di rekeningnya mencapai batas limit. Namun, semua itu tidak membuat Zaza berhenti untuk tetap berbagi. Karena ia terbayang pada mereka yang sudah tua renta, tinggal sendirian, dan kelaparan. Oleh karena itu, Zaza tetap melanjutkannya walaupun banyak rintangan yang harus dilalui, ia tetap semangat dan pantang menyerah. Meskipun banyak rintangan yang datang, namun rintangan tersebut seolah menjadi hilang semuanya setelah Zaza dapat bertemu dengan mereka dan membagikan kotak cinta secara langsung kepada mereka. Bahkan di luar dugaannya, setelah mereka bertemu dengan Zaza, reaksi mereka diantaranya sampai meneteskan air mata, memeluk Zaza, bahkan mencium tangan Zaza sebagai tanda terima kasih kepada Zaza. Hal itupun membuat Zaza merasa trenyuh dan juga ikut meneteskan air mata.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Zaza mendapatkan donatur yang dengan ikhlas membantu Zaza untuk lebih banyak membuat kotak cinta. Dari uang donasi Zaza mampu membuat kotak cinta sebanyak 500 kotak dalam waktu sebulan selama bulan Ramadhan, melebihi targetnya yang awalnya ia hanya target sebulan 300 kotak. Sampai saat ini Zaza pun tetap konsisten menjalankan kotak cinta ini. Bahkan dia berkeinginan membuat suatu komunitas untuk kotak cinta ini. Karena ia ingin kotak cintanya bisa dirasakan oleh lebih banyak orang yang membutuhkan di luar sana.

Dengan kegiatan berbagi kotak cinta, banyak perubahan yang terjadi di kehidupannya. Zaza merasa bahwa setelah dia menjalankan kotak cinta, dia menjadi sosok yang lebih dewasa,  lebih bisa menghargai dan mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan. Dan kotak cinta menyadarkan Zaza bahwa dia tidak hanya bertanggung jawab kepada dirinya dan keluarganya, melainkan orang-orang di luar sana yang juga berhak bahagia. Banyak hal yang dapat Zaza ambil dari kegiatan ini, ia ingin mengajak kita semua untuk action peduli kepada mereka, ia mengatakan, “seringnya pengen teriakin ke orang-orang untuk stop bilang kasian doang. Seribu orang punya hati, punya rasa peduli, punya rasa kasihan, tapi masih banyak yang belum mau gerak, gak mau ngurangin secuil aja dari jajannya untuk dibagikan kepada mereka.”

Dari cerita seorang Zaza yang sangat menginspirasi ini, ada banyak hal yang dapat Garamin dan Garaku petik dan senantiasa jadi reminder untuk kita semua, bahwa seharusnya kita lebih banyak bersyukur karena di luar sana masih banyak yang hidupnya masih sangat susah, ibarat kata untuk makan saja mereka tidak tahu apa yang bisa dimakan. Dan janganlah takut untuk berbagi, karena dengan berbagi tidak akan membuat kita miskin, justru dengan kita berbagi Tuhan akan lebih mempercayai kita dengan memberikan rezeki yang lebih berlimpah, percayalah !!

Pesan dari seorang Zaza untuk para Garaku semua :

“ Dear orang-orang di luar sana. Aku tahu kamu baik, kalau boleh minta, yukk… baiknya jangan hanya sebatas kalimat Kasian yaa. Kasianmu gak bisa bikin mereka yang lapar menjadi kenyang. Kasianmu  gak bisa bikin mereka yang sedih menjadi bahagia. Kalau kamu masih beralasan “ahh hidupku masih susah, nanti aja bantunya”, lalu bagaimana dengan mereka yang memandangmu penuh harap? Jangan takut untuk berbagi, sama sekali jangan takut. Apa yang kamu berikan ke mereka, sama sekali gak bikin hartamu jadi berkurang. Allah Maha Baik, Allah Maha Adil, yuukkk jangan Cuma kamu aja yang merasakan kebaikan Allah, tapi buat mereka yang di luar sana juga percaya bahwa kasih sayang Allah juga ada untuk mereka. “


Itu dia cerita yang bisa Garamin sampaikan kepada Garaku semuanya… Semoga menghibur untuk Garaku semua, dan yang pasti semoga memotivasi kita untuk selalu berbuat baik kepada siapapun. See you in the next story …☺❤


Based on interview with Zaza

By : Alfin Umi Fera Anjani

Editing by : Alfin Umi Fera Anjani





0 comments:

Post a Comment